Survei Terbaru SMRC: Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Presiden Prabowo Turun 30 Persen

BABEL-SCOPE.COM, JAKARTA — Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan tajam dalam sembilan bulan terakhir. Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Juli 2026, angka kepuasan rakyat merosot hingga sekitar 30 persen dibanding periode akhir tahun sebelumnya.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, memaparkan hasil studi bertajuk “Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden” melalui kanal YouTube SMRC TV pada Minggu (26/7/2026). Ia mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan publik saat ini berada di angka 51,1 persen.

“Hasilnya, tingkat kepuasan publik pada kinerja Presiden Prabowo Subianto saat ini berubah menjadi 51,1 persen per Juli 2026. Angka itu terdiri dari 46,3 persen yang cukup puas dan 4,8 persen sangat puas. Sementara yang merasa kurang atau tidak puas 46,9 persen dan tidak tahu 2,1 persen,” ujar Deni dalam pemaparannya.

Tren Penurunan Konsisten Sejak Akhir 2025

Deni menambahkan, angka tersebut mencatatkan penurunan drastis dari catatan pada November 2025, di mana tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo masih berada di angka 81,2 persen. Artinya, terjadi penurunan sekitar 30,1 persen dalam kurun waktu sembilan bulan.

“Ini cukup konsisten turunnya. Di bulan Maret kita temukan di 66 persen, terus turun lagi. Turun bisa dikatakan cukup tajam, 30,1 persen dalam sembilan bulan,” jelasnya.

Sebaliknya, persentase masyarakat yang menyatakan tidak puas mengalami lonjakan signifikan dari yang sebelumnya hanya 16 persen (pada survei November 2025) kini melonjak hingga menyentuh angka 46,9 persen. Sementara itu, kelompok responden yang tidak memberikan jawaban terpantau stabil.

Faktor Pemicu dan Evaluasi Sektoral

Lebih lanjut, SMRC mencatat bahwa penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan evaluasi kritis warga terhadap tiga sektor utama pemerintahan.

“Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” tegas Deni.

Metodologi Survei

Survei ini melibatkan seluruh warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih sebagai populasi target. Sebanyak 749 responden dipilih secara acak (random sampling), dengan rincian metode pengumpulan data sebagai berikut:

 Wawancara Telepon: 83,8 persen responden (bagi yang memiliki fasilitas telepon).

 Wawancara Tatap Muka: 16,2 persen responden (bagi yang tidak memiliki telepon).

 Margin of Error: Diperkirakan sebesar \pm 3,7 persen (dengan ambang batas signifikansi perbedaan minimal 7,4 persen).

Sumber Utama: Paparan Kajian SMRC berjudul “Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden” oleh Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani.

 Platform Publikasi Asal: Kanal YouTube SMRC TV (Rilis Minggu, 26 Juli 2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *