PSI Babel Salurkan 1,5 Ton Beras untuk Korban Kebakaran Dusun III Serdang

BABEL-SCOPE.COM,BANGKA SELATAN – Kepedulian terhadap warga terdampak kebakaran di Dusun III Serdang, Desa Jelutung II, Kabupaten Bangka Selatan, diwujudkan DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bangka Belitung melalui penyaluran bantuan kemanusiaan berupa 1,5 ton beras. Puluhan kader PSI Babel turun langsung ke lokasi untuk membantu memenuhi kebutuhan warga pascakebakaran.

Penyaluran bantuan dipusatkan di rumah almarhum Bapak Kontek yang difungsikan sebagai posko bantuan PSI Babel. Selain beras, bantuan yang disalurkan meliputi susu anak, popok bayi, pakaian layak pakai, dan makanan ringan.

Sekretaris Wilayah PSI Babel, Wyllianto, SE, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas partai terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat musibah kebakaran.

“Bantuan 1,5 ton beras ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas PSI Babel terhadap masyarakat yang tertimpa musibah kebakaran di Dusun III Serdang, Desa Jelutung II. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” ujar Wyllianto.

Ia menegaskan, kehadiran partai di tengah masyarakat tidak semata-mata melalui aktivitas politik, tetapi juga diwujudkan dalam aksi kemanusiaan dan kepedulian nyata ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

Sementara itu, Ketua DPD PSI Bangka Selatan, Bambang Sutejo, mengatakan warga terdampak membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk melewati masa sulit setelah kebakaran. Karena itu, kehadiran kader PSI Babel di lokasi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.

“Kami melihat langsung kondisi di lokasi kebakaran dan memahami bahwa masyarakat membutuhkan dukungan untuk melewati masa sulit ini. Melalui penyaluran bantuan bersama kader PSI Babel, kami ingin ikut membantu meringankan beban warga,” kata Bambang.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan para kader yang turut menyalurkan berbagai kebutuhan dasar, mulai dari susu anak, popok bayi, pakaian layak pakai, hingga makanan ringan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga selama proses pemulihan, terutama keluarga yang memiliki anak-anak.

Dukungan serupa datang dari kader Pemuda PSI, Hans Sihuanndy, yang turut menyerahkan bantuan kebutuhan sehari-hari bagi warga terdampak.

“Kami, kader Pemuda PSI, turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa masyarakat Dusun III Serdang. Kami berupaya membantu melalui penyaluran susu anak, popok, pakaian layak pakai, dan makanan ringan. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi warga, terutama keluarga yang memiliki anak-anak,” ungkap Hans.

Ia berharap masyarakat diberikan kekuatan untuk melewati masa sulit tersebut dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.

Bantuan itu diterima oleh Satiri, Ketua RT 4, yang mewakili masyarakat terdampak. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan PSI Babel kepada warga.

“Atas nama masyarakat yang terdampak kebakaran, kami mengucapkan terima kasih kepada PSI Babel atas bantuan serta perhatian yang diberikan. Bantuan beras dan kebutuhan lainnya sangat berarti bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan setelah kebakaran,” ujar Satiri.

Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi penyemangat untuk kembali menata kehidupan setelah musibah.

Kondisi di lokasi memperlihatkan dampak kebakaran yang cukup berat. Puing-puing bangunan, rangka rumah yang menghitam, serta sisa material atap yang hangus menjadi gambaran kerusakan yang ditinggalkan peristiwa tersebut.

Dalam situasi seperti ini, pemenuhan kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar menjadi salah satu prioritas bagi warga terdampak. Bantuan 1,5 ton beras beserta berbagai kebutuhan lainnya diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama masa pemulihan.

Penyaluran bantuan tersebut sekaligus menjadi wujud solidaritas dan semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan terus berlanjut agar warga Dusun III Serdang dapat melewati masa sulit dan perlahan kembali membangun kehidupan mereka pascakebakaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *